Senin, 20 Mei 2013

Lilitan Kasih Persahabatan

Hari ini aku ingin menceritakan tentang kisahku dengan temanku. Kisah yang cukup menarik untuk jadi sebuah cerita yang menarik juga. Baiklah mari kita lihat gimana sih kisah hidupku dengan temanku ini. okok .. hahahahaha udah siap!! CEKIDOT. :)



Hai , aku seorang gadis yang berusia 17 tahun, aku baru-baru ini kepikiran tentang suatu hal nih, *apa yee???*. Hmm.. aku punya seorang teman yang lucu, baik, serta sangat perhatian sama aku. Mau tau kenapa aku bisa berpikir seperti itu? Gymana enggak, aku udah hampir 2 tahun lebih mengenalnya. Kemana-mana sama dia, cerita apapun sama dia, suka serta duka aku lewati bersamanya. Indah bukan!!!

Seperti byasanya, awal pertemanan ini yang kami jalani terkadang ada baik dan tidaknya. Mungkin karena sifat dan kepribadianku yang berbeda dengannya. Dia memiliki sifat dan kepribadian yang aneh, hahahahaha.... Mengapa aku bilang aneh? Mau tau yah...??? :)

Selasa, 14 Mei 2013

about MyLovely




KAMU
Dan kamuu..
Apa ini salah untukmu??

Maaf...
Mungkin ini waktunya?
Atau nih adalah kehidupan barumu..

 ketika kita sedang berkumpul, bercanda ria, tertawa bersama. Kamu yang selalu buatku bahagia. Walaupun terkadang kata-kata mu yang mengolokku sangat tak pantas tuk di dengar? Tapi, itu lah yang paling berkesan untukku. 
Ada hal lain yang paling berkesan juga untukku. Disaat waktu2 terakhir kita di SMA aku dan kamu memulai sebuah keakraban. Dan itu sangatlah susah untukku mengakrabkan diri padamu. Kamu yang Lucu, pengolokkan, tukang ngibulin orang, suka buat orang ketawa, pokoknya semua ada dikamu.
Waktu terus berjalan. Hari demi hari kita lewati bersama. Aku, Kamu, dia, dan yang lainnya. Kita semua melewatinya bersama. Hingga waktu itu, akupun mulai mengetahui yang sebenarnya. Aku awalnya hanya menebak perasaan temanku ke kamu. Dan ternyata tebakanku itu benar, dia mencertakan semua perasaannya padamu ke aku.. Aku hanya biasa saja mendengarkannya. Karena, pada waktu itu perasaanku ini belum muncul untukmu. "Satu titik air yang menetes didaun secara perlahan" mungkin kata-kata itu yang ada untukku. 

Senin, 13 Mei 2013

~Goresan Kehidupanku~


http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQwkYLhYyzLjN8UxGyWHXvlVFUcdQbFPPrp1muyhACgBG3W7fzIvg
Pagi ini aku ingin menuliskan sesuatu. Entah apa yang sedang aku rasakan. Tetapi hati ingin mengungkapkannya melalui tulisan ini. Secerah apapun pagi ini tak ada artinya untukku. Atau segelap apapun pagi ini juga sangat tak ada artinya untukku. 
Kehidupan yang ku alami ini sedang berguncang sangatlah kuat. Dan itu yang kurasakan setiap saat. Air mata yang selalu mengalir di pipiku.  Membuktikan bahwa kehidupanku ini tak ada Kebahagian yang tulus dari siapapun. Dan kini aku mulai kehilangan akal sehatku untuk bergegas meninggalkan kehidupan yang buruk ini. Pilihan antara ingin atau tidak. Antara berhenti atau lanjut. Pilihan itu hanya sebuah pilihan dan nantinya akan berlanjut di kehidupanku.

Minggu, 12 Mei 2013

Friend or LOve


http://iniideku.files.wordpress.com/2012/08/kartun.jpg?w=300&h=300

Cinta telah membuatku buta akan semuanya. Cinta yang kini aku alami telah menyakiti temanku. Kini aku telah bersamanya, dia yang kamu sukai. Aku tak mengerti mengapa aku melakukan ini terhadapmu. Aku salah. Aku minta maaf. Tapi, inilah perasaanku, perasaan sayangku padanya. Dan dia pun menyayangiku seperti kamu menyayangi.
Aku dan kamu telah menjalin persahabatan yang lama dan cukup lama. Namun, aku tak ingin menyakitimu. Meski aku tahu, aku telah menyakitimu. Kini dan nanti aku merasa bersalah akan perasaan yang aku alami ini. Awalnya memang aku tak menyukainya dan bukan dia yang aku sukai. Namun, ketika dia selalu ada untukku, membuatku tersenyum, dan selalu membuatku mengerti akan arti hidup ini. Saat itulah perasaan ini muncul. Maafkan aku sahabatku. Aku menyesalinya saat ini.
Disaat kamu selalu membicarakan tentangnya dihadapanku. Aku membalasnya dengan senyuman, yang semua itu hanyalah sandiwara saja.

I am Stupid


Tembak.... ayo terus tembak...
“Berisik”, kata itu yang pantas aku teriakan kepada temanku itu. Dari awal mulai latihan dia udah teriak-teriak yang enggak jelas gitu. Dan membuatku sangat kesel. Namun, aku tetap fokus pada tujuanku. Aku harus bisa menembaknya hingga hancur berkeping-keping. Tapi, perasaan takut akan tembakanku melesat selalu dibiang di benakku. Sungguh sangat berpengaruh disaat aku sedang menembak. Muncul teriakan yang membuatku hilang kesadaran.
Diam sejenak, itu lah yang kulakukan untuk menghentikan teriakan itu. Dengan begitu mulut cerewet temanku bisa sedikit di rem. Hahahaha.... maklum dia adalah temanku yang paling cerewet. Dibalik kecerewetannya itu tersimpan hal yang indah untukku yaitu tulusnya persahabatan yang diberikannya untukku.
“Uh,,, cape aku teriak panas-panas gini, eh kamu malah berhenti gitu aja? Ada apa sih?” tanya Tania dengan wajah suntuk.
“Abisnya kamu mulai duluan! Kamu berisik banget taulah. Heran, mulutmu tuh enggak bisa diem apa?” Jawab Septa.
“Aku kirain ada apa. aku kan kaya gitu supaya kamu semangat nembaknya,” sahut Tania.
“oke....oke... tapi kamu jadi kecapean sendiri kan. Udah lebih baik kamu diem, supaya aku bisa lebih konsen.”
“Dan  pastinya.....?”
“Tembakanku enggak akan meleset deh. Aku makasih banget kalau kamu udah buatku semangat. Tapi, kamu diem aja aku udah semangat.” lanjut Septa dengan wajah yang mengejek.
“Maksud loe????” tanya Tania.
“Masa kamu enggak tau? Atau pura-pura?” Septa balik nanya.
“Aku benar-benar enggak tau.” Sahut Tania dengan wajah bingung.
Septa langsung berdiri sambil menatap wajah temannya. Dengan nada mengejek Septa meninggalkan temannya yang bingung karena omongannya sendiri.
“Dasar, Tania punya otak tapi enggak digunakan untuk berpikir.” (sahutnya dalam hati) ***

Sabtu, 11 Mei 2013

Tinggal ceritaku untuknya


http://blog.thoughtpick.com/wp-content/uploads/2009/10/friendship.jpg

Sahabat.....
Aku punya seorang sahabat yang sangat aku sayangi. Walaupun terkadang dia sering membuatku marah. Namun, tanpa kehadirannya sesaat saja. Hari-hariku pasti berubah. Karena semua hari-hari terindahku hanya kulewati bersamanya saja. Disaat kami lagi berdua menghadapi kehidupan yang baru. Kebahagian selalu mengisi ruang-ruang hidup kami berdua. Keingin tuk selalu bersama selalu kami dampakan.
Wajar sih kami berpikiran seperti itu. Persahabatan yang terjalin 13 Tahun lamanya yang membuat kami tak terpisahkan. Mungkin hanya nyawa yang bisa memisahkan kami berdua.

Tentang dia, aku dan perasaanku



Pernah enggak yah dia merasakan jatuh cinta padaku?
Pernah enggak yah dia pengen jadi pacarku?
Pernah enggak yah dia memimpikan aku?
Pernah enggak yah dia mengharapkan cintaku?
arghhhh..... pernah, pernah, pernah........
Kata itu hanya "PERNAH". Belum ada benarnya. Kenapa sih dia enggak berpikiran seperti yang aku pikirkan. Memangnya aku enggak boleh yah jatuh cinta padanya. Walaupun aku tahu nantinya di akan menolakku. Tetapi, untuk sebuah harapan boleh kan?
Aku menginginkan nya, tapi dia tak menginginkanku. Aku mencintainya, tapi dia enggak mencintaiku.

Perasaan yang tertinggal


HATI yang kosong.
Langit mendung memandang.
Angin bertiup kencang.
Aku pun merapatkan jaket yang kukenakan, namun tubuhku yang mungil tetaplah mengigil. Ini bukan karena angin yang kencang itu, tetapi karena saat ini aku merasakan perasaan yang aneh. Sepertinya saraf-saraf otakku sedang tak berfungsi. Aku tak bisa melihat, mendengar ataupun merasakan sesuatu yang kini menghampiriku.
Hanya rasa sakit yang kurasakan. Itu yang bisa kurasakan. Sangat sakit sekali..... :(
Ketika semuanya pergi, hanya ada aku yang berdiri sendiri. Dan saat aku ingin pergi tak ada satupun yang menghampiriku. Apa ini salahku? Atau malah ini takdirku? Semua itu hanya sebuah pertanyaan dalam hatiku, yang belum dapat aku temukan jawabannya. Hingga saat ini aku terus merasa sakit. Sakit yang tak tahu kapan akan berakhir.???

Impianku, Tercapai deh akhirnya!!!

Dulu aku bercita-cita menjadi seorang penulis yang hebat. Karena hobiku yang membaca. Sejak SMP aku sangat senang membaca buku. Menurutku membaca itu adalah jembatan ilmu dan bisa menambah pengetahuan serta wawasanku yang kurang lengkap :). Dan mungkin menjadi seorang penulis adalah impian terbesar dalam hidupku maupun pengalaman yang sangat berharga untukku.

Hingga suatu ketika aku ingin mencoba diriku. Apakah aku layak atau tidak menjadi seorang penulis yang hebat?. Aku mengikuti banyak lomba menulis. Dari mulai lomba menulis cerpen hingga menulis novel aku lakukan. Hanya untuk membuat diriku yakin akan kemampuan yang aku miliki. Ternyata kemampuan yang aku bayangkan baik malah sebaliknya terjadi. Aku tak menyangka ketika ku mengirim tulisanku yang berjudul "KISAHKU". Tak seorangpun yang ingin membaca nya. Dan bukan hanya itu masuk dalam kategori terbaik atau baik pun tulisanku tak muncul. Sedih sangat aku rasakan. Tulisanku ditolak mentah-mentah. :( :(