Hai , aku seorang gadis yang berusia 17 tahun, aku baru-baru ini kepikiran tentang suatu hal nih, *apa yee???*. Hmm.. aku punya seorang teman yang lucu, baik, serta sangat perhatian sama aku. Mau tau kenapa aku bisa berpikir seperti itu? Gymana enggak, aku udah hampir 2 tahun lebih mengenalnya. Kemana-mana sama dia, cerita apapun sama dia, suka serta duka aku lewati bersamanya. Indah bukan!!!
Seperti byasanya, awal pertemanan ini yang kami jalani terkadang ada baik dan tidaknya. Mungkin karena sifat dan kepribadianku yang berbeda dengannya. Dia memiliki sifat dan kepribadian yang aneh, hahahahaha.... Mengapa aku bilang aneh? Mau tau yah...??? :)
Ini yang membuatku berpikir dia aneh, alasannya mungkin hanya sebatas pikiran dan tanggapanku saja:
1. Dia tuh kalau lagi ada permasalahan dengan cinta, sungguh tak bisa di bayangkan banget deh. Dia saja bingung sama perasaannya sendiri, aneh bukan!
2. Dia kalau lagi bermusuhan dengan seseorang, egois dan amarah nya duluan yang muncul, padahal mungkin saja dia tak berpikir untuk melakukan hal itu. Memang aneh bukan!
Walaupun dia memiliki sifat yang seperti itu, aku tak pernah berpikir untuk mencari teman yang lain. Sedikit kecewa pun setelah mengenalnya, tak ada dalam benakku. Aku sangat senang bisa mengenalnya, aku awalnya hanya bisa melihat kepribadiannya yang tersembunyi. Namun, kini aku bisa melihat semua kepribadiannya. Sifat-sifat jelek dan baiknya pun kini telah aku ketahui.
Lalu untuk apa aku harus meninggalkannya??? *Berpikir*
Yang membuatku begitu menyayangi saat ini adalah karena dia adalah inspirasiku. Aku mempunyai banyak teman, tetapi tak ada yang seperti dia. Aku mempunyai banyak sahabat, tetapi tak ada yang sepertinya. Kamu???? Memang benar yah, persahabatan yang tulus akan melihat kebaikan nantinya. Kini aku menyadari hal itu. Ketika semuanya akan menghilang, kamu datang untuk membuatnya kembali, dan ketika tangisan membasahi pipiku, kamu datang untuk menghapusnya..
Aku tak berharap apa-apa darimu, aku hanya ingin kamu tak melupakan kenangan disaat kebersamaan kita. Walaupun aku itu tak mungkin terjadi, *sifatpelupa*. Kamu sering bilang ke aku, kalau "kamu hari ini menangis, setelah beberapa jam kemudian kamu telah lupa apa yang kamu tangisih". Mendengar ucapanmu yang seperti itu, hatiku pastilah sedih dan pikiranku kemana-mana. Sekuat apapun tembok, pasti akan runtuh bila ada yang menghancurkannya. Begitupun kamu, sekuat apapun kamu berbicara akan melupakannya, pasti akan terlupakan olehnya. Sungguh hal yang menyedihkan,*meneteskan airmata*
Tetapi, untuk waktu saat ini, aku hanya ingin melihatmu sebelum aku pergi. Aku ingin melihat senyumanmu, aku ingin mendengar canda tawamu, dan aku ingin mendengar curhatanmu tentang cwo itu. Karena itu tak akan aku dapatkan lagi setelah aku dan kamu berpisah untuk waktu yang lama. Atau mungkin selamanya, *ketok meja*
Hei kamu, kamu adalah temanku, sahabatku, sekaligus keluarga yang beruntung aku dapatkan. Mungkin sedikit lebay sih cerita ini. Namun, inilah yang kurasakan, aku sudah cukup kehilangan sahabat yang kukenal selama 13 tahun. Kini aku tak mau kehilangan sahabat lagi, walaupun hanya perkenalan 2 tahun lebih. Biarlah orang berkata apapun tentangku, aku tak pernah peduli. Karena kamu, aku mengerti apa arti hidup bahagia sesungguhnya, dan karena kamu juga aku bisa melepaskan seseorang yang tak kucintai dengan mudah.
Terima kasih sahabatku "Mariatul Kiftiah". Senang deh, bisa mengenang persahabatanku sama kamu. Pokoknya kalau ntar aku pergi, aku enggak mau lihat kamu mewek, *karena aku ikut mewek* hahahaha... Enggak ada tangisan untukku, setelah kepergianmu, karena aku tau kamu dan aku pergi berpisah untuk menuntut ilmu, bukan karena nyawa kita, benar bukan!
Nih fotoku sama temanku yang jelek ini, hahahaha (@_@)
Opppzzz... Luph you my best friend "Mariatul Kiftiah"