Selasa, 14 Mei 2013

about MyLovely




KAMU
Dan kamuu..
Apa ini salah untukmu??

Maaf...
Mungkin ini waktunya?
Atau nih adalah kehidupan barumu..

 ketika kita sedang berkumpul, bercanda ria, tertawa bersama. Kamu yang selalu buatku bahagia. Walaupun terkadang kata-kata mu yang mengolokku sangat tak pantas tuk di dengar? Tapi, itu lah yang paling berkesan untukku. 
Ada hal lain yang paling berkesan juga untukku. Disaat waktu2 terakhir kita di SMA aku dan kamu memulai sebuah keakraban. Dan itu sangatlah susah untukku mengakrabkan diri padamu. Kamu yang Lucu, pengolokkan, tukang ngibulin orang, suka buat orang ketawa, pokoknya semua ada dikamu.
Waktu terus berjalan. Hari demi hari kita lewati bersama. Aku, Kamu, dia, dan yang lainnya. Kita semua melewatinya bersama. Hingga waktu itu, akupun mulai mengetahui yang sebenarnya. Aku awalnya hanya menebak perasaan temanku ke kamu. Dan ternyata tebakanku itu benar, dia mencertakan semua perasaannya padamu ke aku.. Aku hanya biasa saja mendengarkannya. Karena, pada waktu itu perasaanku ini belum muncul untukmu. "Satu titik air yang menetes didaun secara perlahan" mungkin kata-kata itu yang ada untukku. 

Pada suatu ketika, ujianpun akan dimulai. Disaat itulah kamu mulai mengakrabkan diri padaku. Kamu sering menghubungiku, seperti smsan. Sekedar mengajakku untuk pergi belajar bersama denganmu. Pagi, siang, sore, bahkan malam pun kita masih bisa bertemu. Dalam waktu seminggu saja kita bisa bertemu 4 kali. Dan setiap harinya temanku selalu menceritakanmu padaku. Hingga suatu ketika aku sudah tak tahan lagi. Akupun memikirkan suatu cara untuk bisa bilang padamu kalau temanku suka sama kamu. Tapi....??? Begitu lama waktu yang aku pikirkan. Hingga perasaan sukaku muncul untukmu. Mungkin aku pikir ini hanya perasaan suka sesaat. Jadi, aku mencoba menghilangkannya dari hatiku. Dan ternyata aku salah! Perasaan ini tulus kalau aku memang beneran jatuh cinta sama kamu. Tapi, untuk menyembunyikan perasaan ini, aku mencoba menghadapinya dengan wajah yang santai saat bertemu denganmu. Sudah 2 tahun aku kenal denganmu. Tapi, kenapa waktu terakhir kita akan pisah kamu baru dekat sama aku? Kenapa bukan kamu yang dari dulu aku sukai, kenapa baru sekarang coba perasaan ini muncul?.
Dari dulu aku hanya mengharapkan seseorang yang tak menyukaiku, selalu menghinaku dengan kata-katanya yang kasar. Baru kusadari sekarang walaupun kamu awalnya tak menyukaiku. Aku yakin perasaan suka kamu sama aku telah ada. Aku bisa merasakannya bahwa perasaan itu ada dikamu. Untuk aku yang sering dekat sama sosok pria, sudah terbiasa bagiku mengatakan hal itu. Namun, untuk mengatakannya padamu aku perlu waktu untuk berpikir. 
Dan keberanianku pun muncul, aku mengatakan padanya sosok pria yang disukai temanku itu. Aku katakan bahwa aku menyukaimu. Setelah hal itu aku katakan padanya melalu telepon seluler. Aku harap dia juga menyukaiku bukan menyukai temanku. Oppzzz.... Aku salah! Dia enggak suka sama aku. Bukan berarti hal ini berhenti disitu. Ini masih berlanjut..... ***
Ketika dia mengatakan tak menyukaiku. Perasaan kecewa pasti ada dihatiku. Tapi, hal itu tak ku ungkapkan padanya. Biarlah perasaan itu aku sendiri yang tau. 
Kubaca sms nya dan kubalas. Aku berharap ada kata-kata yang keluar dari mulutnya, yang membuatku tersenyum kembali. Ohh.. tanpa aku sadari telepon selulerku berbunyi, ku buka perlahan-lahan. Lalu kubaca. (Ya lah dibaca masa dibanting #stress) .
Dia mengatakan "Kamu mau enggak jadi pacarku?". Aku tak percaya awal melihatnya. Aku baca berulang kali. Ternyata itu beneran dia mengatakan hal itu. Aku diam sejenak berpikir "Apa dia sedang bercanda? Aatau ini hanya bahan lelucuannya saja?" Hal-hal yang negatif keluar dari pikiranku. Tapi, untukku berpikir negatif adalah hal yang tidak realistis, lebih baik aku menghadapinya dengan positif. Aku membalsa sms nya dan dia pun melakukan hal itu. Hingga di akhirnya aku bilang padanya, aku akan menjawab pertanyaanmu itu disekolah besok. Hanya itu yang ku katakan padanya. 
Semalaman suntuk aku berpikir. Muncullah dipikiranku akan perasaan temanku padanya. Orang yang dia sukai ternyata akupun menyukainya. Inilah hal yang membuatku sangat bingung memutuskannya. Lalu akupun memutuskan satu hal dari dua hal yang aku rasakan. Aku berharap keputusanku ini tak akan menyakitinya. Dan tak membuat persahabatanku dengannya hilang begitu saja. 
Keesokan harinya disekolah... ***
Tepat pukul 09.00, aku tiba disekolah. Aku melihat apakah dia sudah datang atau belum? . Hmm.. dia belum juga memunculkan dirinya. Padahal aku sudah sangat ingin mengatakan sesuatu padanya. Akku menunggunya, dan terus menunggunya datang. Uhhh.... selama aku menunggunya, aku melakukan suatu kegiatan bersama dengan teman-temanku yang lainnya.
Kegiatan itupun selesai. Aku memutuskan untuk pulang. Dan kurasa dia tak akan datang kesekolah. Lalu aku menuju suatu tempat yang sering kami kunjungi. Saat aku datang, aku melihat sedang berkumpul dengan yang lainnya. Ingin tersenyum padanya, tapi aku malu. #Bisa malu juga. Tanpa melemparkan sebuah kata-kata apapun aku memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Setelah berjalan 5 langkah dari tempat itu, aku memutuskan untuk kembali. Kemudian, aku berdiri ditempat pintu, dan berteriak memanggil namanya sambil berkata “Iya, aku mau... Iya aku mau.” . Setelah mengatakannya, aku bergegas pergi. Entah apa yang dia pikirkan akupun tak tahu. Aku berharap dia mengerti apa yang aku katakan.
Sesampainya aku dirumah, aku masih mengharapkan dia ada sms aku. Aku menunggu sambil melihat apakah telepon selulerku berbunyi. Tapi, tak juga berbunyi. Setelah lama aku menunggu. Akhirnya dia sms aku, dia mengatakan “iya apa?” .  Perasaan kecewa yang aku rasakan saat dia mengatakan hal itu. Dia tak mengerti apa maksudku. Namun, itu hanya anggapanku saja. Mungkin saja, dia hanya ingin mengetestku. Aku terus berpikiran positif padanya. Karena aku sangat yakin dia pasti mengerti maksudku. Lama kami smsan, dia pun akhirnya paham dan mengerti. Tak kusangka aku dan dia kini telah menjalin hubungan. Walau tak seorangpun tau.....

Itu kisahku dan dia, kisah ini tak akan berakhir oleh siapapun. Aku tulus menyukainya dan kuharap diapun tulus menyukaiku. Terima kasih telah membuat kehidupan baru untukku... 
Miss you Beib. J

0 komentar: