KAMU
Dan kamuu..
Dan kamuu..
Apa ini salah untukmu??
Maaf...
Mungkin ini waktunya?
Atau nih adalah kehidupan barumu..
ketika
kita sedang berkumpul, bercanda ria, tertawa bersama. Kamu yang selalu buatku
bahagia. Walaupun terkadang kata-kata mu yang mengolokku sangat tak pantas tuk
di dengar? Tapi, itu lah yang paling berkesan untukku.
Ada hal lain
yang paling berkesan juga untukku. Disaat waktu2 terakhir kita di SMA aku dan
kamu memulai sebuah keakraban. Dan itu sangatlah susah untukku mengakrabkan
diri padamu. Kamu yang Lucu, pengolokkan, tukang ngibulin orang, suka buat
orang ketawa, pokoknya semua ada dikamu.
Waktu terus
berjalan. Hari demi hari kita lewati bersama. Aku, Kamu, dia, dan yang lainnya.
Kita semua melewatinya bersama. Hingga waktu itu, akupun mulai mengetahui yang
sebenarnya. Aku awalnya hanya menebak perasaan temanku ke kamu. Dan ternyata
tebakanku itu benar, dia mencertakan semua perasaannya padamu ke aku.. Aku
hanya biasa saja mendengarkannya. Karena, pada waktu itu perasaanku ini belum
muncul untukmu. "Satu titik air yang menetes didaun secara perlahan"
mungkin kata-kata itu yang ada untukku.
Pada suatu
ketika, ujianpun akan dimulai. Disaat itulah kamu mulai mengakrabkan diri
padaku. Kamu sering menghubungiku, seperti smsan. Sekedar mengajakku untuk
pergi belajar bersama denganmu. Pagi, siang, sore, bahkan malam pun kita masih
bisa bertemu. Dalam waktu seminggu saja kita bisa bertemu 4 kali. Dan setiap
harinya temanku selalu menceritakanmu padaku. Hingga suatu ketika aku sudah tak
tahan lagi. Akupun memikirkan suatu cara untuk bisa bilang padamu kalau temanku
suka sama kamu. Tapi....??? Begitu lama waktu yang aku pikirkan. Hingga
perasaan sukaku muncul untukmu. Mungkin aku pikir ini hanya perasaan suka
sesaat. Jadi, aku mencoba menghilangkannya dari hatiku. Dan ternyata aku salah!
Perasaan ini tulus kalau aku memang beneran jatuh cinta sama kamu. Tapi, untuk
menyembunyikan perasaan ini, aku mencoba menghadapinya dengan wajah yang santai
saat bertemu denganmu. Sudah 2 tahun aku kenal denganmu. Tapi, kenapa waktu
terakhir kita akan pisah kamu baru dekat sama aku? Kenapa bukan kamu yang dari
dulu aku sukai, kenapa baru sekarang coba perasaan ini muncul?.
Dari dulu
aku hanya mengharapkan seseorang yang tak menyukaiku, selalu menghinaku dengan
kata-katanya yang kasar. Baru kusadari sekarang walaupun kamu awalnya tak
menyukaiku. Aku yakin perasaan suka kamu sama aku telah ada. Aku bisa
merasakannya bahwa perasaan itu ada dikamu. Untuk aku yang sering dekat sama
sosok pria, sudah terbiasa bagiku mengatakan hal itu. Namun, untuk
mengatakannya padamu aku perlu waktu untuk berpikir.
Dan
keberanianku pun muncul, aku mengatakan padanya sosok pria yang disukai temanku
itu. Aku katakan bahwa aku menyukaimu. Setelah hal itu aku katakan padanya
melalu telepon seluler. Aku harap dia juga menyukaiku bukan menyukai temanku.
Oppzzz.... Aku salah! Dia enggak suka sama aku. Bukan berarti hal ini berhenti
disitu. Ini masih berlanjut..... ***
Ketika dia
mengatakan tak menyukaiku. Perasaan kecewa pasti ada dihatiku. Tapi, hal itu
tak ku ungkapkan padanya. Biarlah perasaan itu aku sendiri yang tau.
Kubaca sms
nya dan kubalas. Aku berharap ada kata-kata yang keluar dari mulutnya, yang
membuatku tersenyum kembali. Ohh.. tanpa aku sadari telepon selulerku berbunyi,
ku buka perlahan-lahan. Lalu kubaca. (Ya lah dibaca masa dibanting #stress) .
Dia
mengatakan "Kamu mau enggak jadi pacarku?". Aku tak percaya awal
melihatnya. Aku baca berulang kali. Ternyata itu beneran dia mengatakan hal
itu. Aku diam sejenak berpikir "Apa dia sedang bercanda? Aatau ini hanya
bahan lelucuannya saja?" Hal-hal yang negatif keluar dari pikiranku. Tapi,
untukku berpikir negatif adalah hal yang tidak realistis, lebih baik aku
menghadapinya dengan positif. Aku membalsa sms nya dan dia pun melakukan hal itu.
Hingga di akhirnya aku bilang padanya, aku akan menjawab pertanyaanmu itu
disekolah besok. Hanya itu yang ku katakan padanya.
Semalaman
suntuk aku berpikir. Muncullah dipikiranku akan perasaan temanku padanya. Orang
yang dia sukai ternyata akupun menyukainya. Inilah hal yang membuatku sangat
bingung memutuskannya. Lalu akupun memutuskan satu hal dari dua hal yang aku
rasakan. Aku berharap keputusanku ini tak akan menyakitinya. Dan tak membuat
persahabatanku dengannya hilang begitu saja.
Keesokan
harinya disekolah... ***
Tepat pukul
09.00, aku tiba disekolah. Aku melihat apakah dia sudah datang atau belum? .
Hmm.. dia belum juga memunculkan dirinya. Padahal aku sudah sangat ingin
mengatakan sesuatu padanya. Akku menunggunya, dan terus menunggunya datang.
Uhhh.... selama aku menunggunya, aku melakukan suatu kegiatan bersama dengan
teman-temanku yang lainnya.
Kegiatan
itupun selesai. Aku memutuskan untuk pulang. Dan kurasa dia tak akan datang
kesekolah. Lalu aku menuju suatu tempat yang sering kami kunjungi. Saat aku
datang, aku melihat sedang berkumpul dengan yang lainnya. Ingin tersenyum
padanya, tapi aku malu. #Bisa malu juga. Tanpa melemparkan sebuah kata-kata
apapun aku memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Setelah berjalan 5 langkah
dari tempat itu, aku memutuskan untuk kembali. Kemudian, aku berdiri ditempat
pintu, dan berteriak memanggil namanya sambil berkata “Iya, aku mau... Iya aku
mau.” . Setelah mengatakannya, aku bergegas pergi. Entah apa yang dia pikirkan
akupun tak tahu. Aku berharap dia mengerti apa yang aku katakan.
Sesampainya
aku dirumah, aku masih mengharapkan dia ada sms aku. Aku menunggu sambil
melihat apakah telepon selulerku berbunyi. Tapi, tak juga berbunyi. Setelah
lama aku menunggu. Akhirnya dia sms aku, dia mengatakan “iya apa?” . Perasaan kecewa yang aku rasakan saat dia
mengatakan hal itu. Dia tak mengerti apa maksudku. Namun, itu hanya anggapanku
saja. Mungkin saja, dia hanya ingin mengetestku. Aku terus berpikiran positif
padanya. Karena aku sangat yakin dia pasti mengerti maksudku. Lama kami smsan,
dia pun akhirnya paham dan mengerti. Tak kusangka aku dan dia kini telah
menjalin hubungan. Walau tak seorangpun tau.....
Itu kisahku
dan dia, kisah ini tak akan berakhir oleh siapapun. Aku tulus menyukainya dan
kuharap diapun tulus menyukaiku. Terima kasih telah membuat kehidupan baru
untukku...
Miss you Beib. J